Entri yang Diunggulkan
Makalah kebersihan lingkungan
KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan makhluk yang serba indah. Dengan rahmat dan hidayah-Nya saya dapat me...
Tampilkan postingan dengan label SAP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAP. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Maret 2013
SAP PROMOSI BIDAN SIAGA
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PROMOSI BIDAN SIAGA
Topik : Promosi Bidan Siaga
Target dan Sasaran : Masyarakat Desa Baurung
Hari/Tanggal : Rabu, 2 Mei 2012
Waktu : 20 Menit
Tempat : Balai Desa Baurung
A. Latar Belakang
Tingginya angka kematian ibu dan bayi menunjukan masih rendahnya kualitas pelayanaan kesehatan. Delapan puluh persen persalinan di masyarakat masih di tolong oleh tenaga non-kesehatan, seperti dukun. Dukun di masyarakat masih memegang peranan penting, dukun di anggap sebagai tokoh masyarakat. Masyarakat masih memercayakan pertolongan persalinan oleh dukun, karena pertolongan persalinan oleh dukun di anggap murah dan dukun tetap memberikan pendampingan pada ibu setelah melahirkan, seperti merawat dan memandikan bayi. Untuk mengatasi permasalahan persalinan oleh dukun, pemeritah membuat suatu terobosan dengan melakukan kemitraan dukun dan bidan. Salah satu bentuk kemitraan tersebut adalah dengan melakukan pembinaan dukun yan merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab bidan.
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 20 menit, masyarakat Desa Baurung mampu memahami tugas dan fungsi Bidan siaga.
2. Tujuan Intuksional Khusus
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 20 menit, masyarakat Desa Baurung mampu menjelaskan:
a. Latar belakang bidan siaga
b. Pengertian bidan siaga
c. Perkembangan bidan siaga
d. Promosi bidan siaga
C. Materi Penyuluhan
a. Latar belakang bidan siaga
b. Pengertian bidan siaga
c. Perkembangan bidan siaga
d. Promosi bidan siaga
D. Metode
Ceramah
Tanya jawab
Demonstrasi
E. Media dan Alat Yang Digunakan
Media : Leaflet, Video, Presentasi PowerPoint
Alat : Komputer / Laptop, Layar, LCD Proyektor.
F. Rencana Evaluasi (Evaluasi Struktur, Proses, dan Hasil)
1. Struktur :
a. Persiapan Media
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan siap digunakan. Media yang digunakan adalah leaflet dan slide.
b. Persiapan Materi
Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan sudah disiapkan dan akan disebarluaskan dalam bentuk leaflet yang berisi gambar dan tulisan
c. Undangan/ peserta penyuluhan sejumlah 40 orang
2. Proses penyuluhan :
a. Kegiatan penyuluhan yang akan diberikan diharapkan berjalan lancar dan sasaran memahami tentang penyuluhan yang diberikan.
b. Dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan sasaran
c. Peserta diharapkan memperhatikan materi yang diberikan.
d. Sasaran diharapkan kehadirannya 80% dan tidak ada yang meninggalkan tempat saat penyuluhan berlangsung
3. Hasil Penyuluhan :
a. Jangka Pendek
1) Sasaran mengerti sekitar 80% dari materi yang diberikan
2) Sasaran memeahami tentang promosi bidan siaga
b. Jangka Panjang
1) Meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai promosi bidan siaga sehingga dapat meminimalisir penyakit tersebut.
2) Dapat menjadi agen perubahan dengan cara membagikan pesan tentang perilaku hidup sehat kepada anggota keluarga yang lain dan masyarakat
MATERI PENYULUHAN MENGENAI
PROMOSI BIDAN SIAGA
A. LATAR BELAKANG BIDAN SIAGA
Permasalahan kesehatan seperti disparitas kesehatan antar daerah, rendahnya kondisi kesehatan lingkungan, dan permasalahan sinkronisasi pusat daerah pasca desentralisasi telah menjadi perhatian utama departemen kesehatan.
Pembentukan masyarakat diwujudkan dengan mendorong setiap desa untuk mengembangkan “desa siaga” dengan melibatkan organisasi masyarakat, organisasi keamanan, sektor swasta, LSM dan lintas sektoral melalui :
a. Aksi kedaruratan nasional bidan kesehatan
Dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan dini, upaya tanggap darurat, tata laksana penyakit dan gizi, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, peningkatan kapasitas tenaga kerja penyediaan dan mobilisasi perbekalan/logistik
b. Meningkatkan/meratakan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan yang terjangkau
Meningkatkan partisipasi masyarakat dan pelaporan hal-hal penting terkait kesehatan, respon dan cepat tanggap terhadap kasus penyakit dan kewaspadaan kedaruratan.
B. PENGERTIAN BIDAN SIAGA
Bidan siaga adalah seorang bidan yang telah dipercaya dan diberi kepercayaan yang lebih dari pemerintah atau negara untuk membantu masyarakat. Dimana, jika masyarakat membutuhkan bantuan dari bidan, maka bidan siap kapan saja.
Bidan siaga diharapkan memberikan pelayanan yang luar biasa kepada masyarakat. Khusunya dalam hal pelayanan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas serta dalam upaya menggerakan masyarakat untuk membentuk sistem transportasi, donor darah dan tabungan bersalin untuk mengatasi kegawatdaruratan saat persalinan.
Peran bidan dalam menggerakan masyarakat adalah sebagai promotor dari pembinaan peran serta masyarakat. Bidan sebagai pelopor harus mampu menggerakan masyarakat sekaligus ikut berkecimpung dalam kegiatan yang ada dimasyarakat. Sebagai contoh, bidan ikut sebagai pendonor dalam program donor darah berjalan, menyediakan layanan untuk tabungan ibu bersalin, serta berperan aktif dalam program pemerintah.
Bidan siaga harus kompeten dan terlatih serta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan standar. Kompetensi-kompetensi bidan dapat dicapai, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, serta secara terus menerus mengakses pengetahuan agar selalu up to date. Misalnya mengikuti pelatihan asuhan persalinan normal (APN), melalui obat-obatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam kepmenkes RI No. 900/menkes/SK/VII/2002. Peran harus mengetahui peran, tugas tanggung jawab dan kewenangan dalam praktik kebidanan, sehingga dapat melakukan pelayanan secara optimal serta mengetahui batas-batas kewenangan.
Bidan siaga juga wajib memiliki pengetahuan dasar seperti :
a. Konsep dan sasaran kebidanan komunitas
b. Masalah kebidanan komunitas
c. Pendekatan asuhan kebidanan pada keluarga, kelompok dan masyarakat
d. Strategi pelayanan kebidanan komunitas
e. Ruang lingkup pelayanan kebidanan komunitas
f. Upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak dalam masyarakat.
C. PERKEMBANGAN BIDAN SIAGA
Persiapan bidan desa dilakukan dalam rangka mengisi kekosongan tenaga medis di pedesaan. Poskesdes memiliki tugas untuk merevitalisasi upaya kesehatan bersumber dari masyarakat seperti Posyandu, warung obat desa, ambulance desa dan pelayanan medis dasar dan promosi kesehatan serta penyehatan lingkungan adalah tugas pokok poskesdes.
Dalam hal pengembangan bidan siaga berkaitan erat dengan adanya respon dari desa/komunitas di daerah itu. Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memilii sekurang-kurangnya sebuah pos kesehatan desa (Poskesdes) yang juga dilengkapi unit kesehatan berbasis masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Desa siaga nantinya akan memiliki sistem pengamatan penyakit dan faktor-faktor resiko penyakit berbasis masyarakat.
Dimana Poskesdes memiliki kegiatan
a. Pengamatan penyakit (epidemi) terutama untuk penyakit menular potensial menimbulkan ledakan kasus dan faktor resiko, status ortu serta kesehatan ibu
b. Penanggulangan penyakit, gizi dan kesehatan ibu hamil
c. Pelayanan pengobatan sesuai kompetensi (pengobatan dengan jenis penyakit ringan)
d. Promosi kesehatan khususnya masalah gizi keluarga, perilaku hidup bersih dan sehat serta penyehatan lingkungan.
Dimana Poskesdes di daerah tersebut didukung oleh sumber daya kesehatan (minimal seorang bidan) dengan dibangu oleh sekurang-kurangnya 2 orang kader. Para bidan tersebut dibekali dengan kepemimpinan dan manajerial untuk menjalankan fungsi pemberdayaan melalui kemitraan disamping materi-materi kesadaran gender agar dapat memperhatikan keadaan ibu hamil.
D. PROMOSI BIDAN SIAGA
Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya.
Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kodifikasi dan diberi izin untuk menjalankan praktek kebidanan wilayah itu.
Bidan siaga adalah seorang bidan yang telah dipercaya dan diberi kepercayaan yang lebih dari pemerintah/ negara untuk membantu masyarakat.
Promosi Bidan Siaga merupakan salah satu cara untuk melakukan promosi bidan siaga, yaitu dengan melakukan pendekatan dengan dukun bayi yang ada di desa untuk bekerja sama dalam pertolongan persalinan. Bidan dapat memberikan imbalan jasa yang sesuai apabila dukun menyerahkan ibu hamil untuk bersalin ke tempat bidan. Dukun bayi dapat dilibatkan dalam perawatan Bayi Baru Lahir (BBL).
Apabila cara tersebut dapat dilakukan dengan baik, maka dengan kesadaran, dukun akan memberitahukan ibu hamil untuk melakukan persalinan di tenaga kesehatan ( bidan ). Ibu dan bayi selamat, derajat kesehatan ibu dan bayi diwilayah tersebut semakin meningkat.
SAP Deteksi Dini Kanker Payudara
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
Judul : Deteksi Dini
Kanker Payudara
Tema : Deteksi Dini Kanker Payudara
Sasaran :
Umum
Hari/Tanggal : Sabtu, 9 Maret 2013
Waktu :
20 Menit
Tempat :
Aula Stikes Bina Bangsa Majene
Metode : Ceramah
Pemateri : Mastiana
I.
TUJUAN
INTRUKSIONAL
A. TUJUAN
UMUM
Setelah
mengikuti pelatihan selama 20 menit
kader kesehatan dapat memahami tentang mendeteksi dini kanker payudara.
B. TUJUAN
KHUSUS
Setelah
dilakukan pelatihan
kader kesehatan mampu :
1. Menjelaskan
pengertian dari kanker payudara dengan benar tanpa melihat catatan.
II.
MATERI
(Terlampir)
1.
Pengertian kanker payudara
2.
Faktor resiko timbulnya kanker
payudara
3.
Gejala kanker payudara
III.
KEGIATAN
|
KEGIATAN PENYULUHAN
|
KEGIATAN PESERTA
|
WAKTU
|
|
A. Pendahuluan
1.
Memberi salam.
2.
Membuat kontrak pertemuan dan tujuan
3.
Memberikan pokok bahasan yang akan
dibahas.
4.
Apersepsi
|
Menjawab salam
Menyimak
Menyimak
Menyimak
|
3 menit
|
|
B. Kegiatan inti
1. Menjelaskan
pengertian dari kanker payudara.
2. Menjelaskan
gejala dan penyebab dari kanker payudara.
3. Memahami
cara mendeteksi kanker payudara dengan teknik sadari .
4. Mendemonstrasikan cara melakukan SADARI.
|
Menyimak
Menyimak
Menyimak
Menyimak
|
15 menit
|
|
C. Penutup
1.
Memberikan kesempatan untuk diskusi
2.
Memberikan evaluasi secara lisan dan
demonstrasi
3.
Membuat kesimpulan dari apa yang telah
disajikan dan dibahas
4.
Mengucapkan salam
|
Bertanya
Menjawab dan
demonstrasi dngn baik
Menyimak
Memberi salam
|
2 menit
|
IV.
METODE
1.
Ceramah
tentang deteksi dini kanker payudara dan SADARI
2.
Diskusi dan tanya jawab
V.
MEDIA
1. Laptop
2. LCD
3. Power Point
4. Layar
LAMPIRAN
MATERI
A.
Kanker Payudara
Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam
jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran
susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.
B.
Penyebab Kanker Payudara
Sampai saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti,
tetapi ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih
mungkin menderita kanker payudara.
C. Beberapa faktor resiko
tersebut adalah :
1)
Usia
Sekitar
60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. resiko terbesar
ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun
2)
Pernah menderita kanker payudara
Wanita
yang pernah menderita kanker memiliki resiko tertinggi untuk menderita kanker
payudara
3)
Riwayat keluarga yang menderita
kanker payudara
Wanita
yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki resiko 3
kali lebih besar untuk menderita kanker payudara
4)
Faktor genetik dan hormonal
Ada
2 jenis gen yang kemungkinan berperan dalam terjadinya kanker payudara. Jika
seorang wanita memiliki salah satu dari gen tersebut, maka kemungkinan
menderita kanker payudara sangat besar. Kadar hormon yang tinggi selama masa
reproduktif wanita, terutama jika tidak diselingi oleh perubahan hormonal
karena kehamilan, tampaknya meningkatkan peluang tumbuhnya sel-sel yang secara
genetik telah mengalami kerusakan dan menyebabkan kanker
5)
pernah menderita penyakit payudara
non- kanker
Wanita
yang pernah menderita penyakit payudara non kanker yang menyebabkan
bertambahnya jumlah saluran air susu dan terjadinya kelainan struktur jaringan
payudara mempunyai resiko lebih tinggi terkena kanker payudara
6)
Pemakaian pil KB atau terapi
hormone estrogen
Pil
KB bisa sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, yang tergantung
kepada usia, lamanya pemakaian dan faktor lainnya. Terapi hormon estrogen yang
dijalani selama lebih dari 5 tahun tampaknya juga sedikit meningkatkan resiko
kanker payudara dan resikonya meningkat jika pemakaiannya lebih lama
7)
Obesitas ( kegemukan ) pasca
menopause
Beberapa
penelitian menyebutkan obesitas sebagai faktor resiko kanker payudara
kemungkinan karena tingginya kadar hormone estrogen pada wanita yang gemuk
8)
Pemakaian Alkohol
Pemakaian
alkohol lebih dari 1-2 gelas / hari bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker
payudara
9)
Bahan Kimia
Beberapa
penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimi yang menyerupai estrogen
(yang terdapat didalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin
meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara
10) DES (dietilstilbestrol)
Wanita
yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki resiko tinggi menderita
kanker payudara
11) Penyinaran
Pemaparan
terhadap penyinaran (terutama penyinaran pada dada) pada masa kanak-kanak bisa
meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara
12) Faktro resiko lainnya
beberapa
penelitian menunjukkan bahwa kanker rahim, ovarium dan kanker usus besar serta
adanya riwayat kanker dalam keluarga bisa meninngkatkan kanker payudara
D.
Gejala
Gejala awal berupa sebuah
benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya
tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.
Pada stadium awal, jika
didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digearkkan dengan mudah dibawah kulit.
Pada stadium lanjut,
benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya.Pada
kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di
kulit payudara, Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit
jeruk
Kanker pada stadium awal jarang menimbulkan gejala,
karena itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan . Cara
yang termudah untuk mengetahui ada atau tidaknya kanker payudara adalah dengan
melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
SAP MP - ASI
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
Judul : Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP
- ASI )
Tema :
Sasaran : Para ibu-ibu Menyusui
Tempat : Aula STIKes Bina Bangsa Majene
Hari/Tanggal :
Waktu : 20 Menit
Metode :
1. Presentasi
2. Tanya
Jawab
Pemateri : Lilik Lisnawati
A.
Tujuan Umum
Setelah
mendapatkan penyuluhan selama 20 menit tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP
- ASI ), diharapkan peserta penyuluhan dapat lebih memahami tentang pemberian MP-ASI sehingga mereka dapat memberikan
MP-ASI sesuai dengan usia bayi tersebut.
B.
Tujuan Khusus
Setelah
mendapatkan penyuluhan diharapkan peserta penyuluhan mampu menjelaskan kembali
:
1)
Pengertian makanan
pendamping ASI
2) Tujuan makanan
pendamping ASI
3) Manfaat
makanan pendamping ASI
4) Syarat-syarat
makanan pendamping ASI
5) Cara
pemberian makanan pendamping ASI
6)
Contoh menu dan cara
pembuatan makanan pendamping ASI
C.
Kegiatan Penyuluhan
No.
|
Tahap / Waktu
|
Kegiatan Penyuluhan
|
Kegiatan Sasaran
|
Media
|
1
|
Pembukaan
3 Menit
|
· Salam
perkenalan
· Menjelaskan
tujuan pertemuan
· Menyamakan
persepsi terhadap sasaran
|
Menjawab
salam
Memperhatikan
Memperhatikan
|
Presentasi
Manual
|
2
|
Pelaksanaan 10
menit
|
Menjelaskan:
1. Pengertian
makanan pendamping ASI
2. Tujuan makanan
pendamping ASI
3. Manfaat
makanan pendamping ASI
4. Syarat-syarat
makanan pendamping ASI
5. Cara
pemberian makanan pendamping ASI
6. Contoh
menu dan cara pembuatan makanan pendam-ping ASI
|
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
|
Laptop
LCD
Power Point
Layar
|
3.
|
Evaluasi
5
Menit
|
Mengajukan
pertanyaan kembali kepada para sasaran/memberikan evaluasi
|
Menjawab
pertanyaan
|
Presentasi
Manual
|
4.
|
Terminasi
2
menit
|
· Mengucapkan
terima kasih atas peran serta peserta
· Mengucapkan
salam penutup
|
Mendengarkan
Menjawab
salam
|
Presentasi
Manual
|
D.
MATERI
Terlampir
Materi
MAKANAN
PENDAMPING AIR SUSU IBU
(MP
- ASI )
A. Pengertian
makanan pendamping ASI
Makanan pendamping adalah makanan yang diberikan kepada bayi
setelah cukup bulan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi yang diperlukan bagi
bayi karena produksi ASI mulai berkurang dimana bayi secara perlahan-lahan
dibiasakan dengan makanan orang dewasa (Depkes, 1993).
Menurut Depkes RI 1997, bahwa makanan tambahan adalah makanan yang
diberikan kepada bayi umur 4 bulan keatas untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Sedangkan menurut Diah dan Rina (2000), makanan tambahan adalah makanan yang
diberikan kepada bayi setelah berusia 4-6 bulan sampai dengan usia 24 bulan.
Pemberian makanan padat harus diberikan secara bertahap dimulai
pada bayi berusia 6 bulan. Karena pada usia ini, kebutuhan bayi akan zat gizi
menjadi semakin bertambah dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sedangkan
produksi ASI mulai menurun. Oleh karena itu, bayi sangat memerlukan makanan
tambahan sebagai pendamping ASI atau minuman pengganti ASI (PASI). Disamping
itu juga bayi telah memiliki reflek mengunyah,
sehingga harus mulai diperkenalkan dan diberi makanan lumat. Untuk menyesuaikan
kemampuan bayi terhadap makanan tersebut maka pemberian makanan pendamping harus
dilakukan secara bertahap baik bentuk, jumlah dan macamnya.
B. Tujuan makanan
pendamping ASI
Dengan memperhatikan tujuan pemberian makanan tambahan terhadap
anak, orang tua dapat memahami dari tujuan tersebut, diantaranya adalah:
·
Sebagai komplemen terhadap ASI agar anak memperoleh cukup energi,
protein dan zat-zat gizi lain (vitamin dan mineral), untuk tumbuh dan
berkembang secara normal (Deddy, 2002:73)
·
Sebagai pelengkap makanan tambahan untuk melatih dan membiasakan
anak terhadap makanan yang akan dimakannya dikemudian hari, disamping sebagai
tambahan atas kebutuhan yang meningkat sesuai dengan pertumbuhan dan
perkembangan anak. Jadi makanan tambahan diharapkan dapat menambah energi,
protein, vitamin, mineral serta menambah serat makanan (Riady, 1992:53)
C. Manfaat
makanan pendamping ASI
1.
Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang
2.
Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima
bermacam-macam makanan dengan berbagai macam rasa dan bentuk
3.
Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah
dan menelan
4.
Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar
energi tinggi
D. Syarat-syarat
makanan pendamping ASI
Menurut
Diah dan Rina, 2000,18, makanan tambahan untuk anak sebaiknya memenuhi syarat
sebagai berikut:
1. Nilai energi dan
kandungannya yang tinggi
2. Proteinnya tinggi
3. Memiliki nilai
suplementasi yang balk, vitamin dan mineral
4. Dapat diterima oleh-alat
pencernaan anak dengan baik
5. Harganya relatif murah
6. Sebaiknya dapat
diproduksi dari bahan-bahan yang tersedia secara lokal
7.
Bersifat padat gizi
E. Cara
pemberian makanan pendamping ASI yaitu:
1.
Berikan secara hati-hati sedikit demi sedikit dalam bentuk encer
kemudian lebih kental secara berangsur-angsur
2.
Makanan diperkenalkan secara satu persatu sampai bayi benar-benar
dapat menerimanya
3.
Makanan yang dapat menimbulkan alergi diberikan paling terakhir
dan harus dicoba sedikit demi sedikit misalnya telur. Cara pemberiannya yaitu
kuning telurnya terlebih dahulu setelah tidak ada reaksi alergi maka pada hari
berikutnya dapat diberikutnya boleh diberikan putih telurnya.
4.
Pada pemberian makanan jangan dipaksa sebaiknya diberikan pada
saat bayi lapar
F. Jadwal pemberian makanan
untuk bayi
Umur (bulan)
|
Macam Makanan
|
Pemberian dalam Sehari
|
Jam Pemberian
|
0-6
(0-3 minggu ASI diberikan sekehendak)
|
ASI
|
12 atau lebih
|
Diberikan maksimal setiap 2 jam
|
6-8
|
ASI
Buah
Bubur Susu
Nasi tim disaring
|
4 atau 5
1
1
1
|
6,10,14,18,21
16
8
12
|
8-10
|
ASI
Buah
Bubur Susu
Nasi Tim Dilembutkan
|
3 atau 4
1
1
1
|
6,10,14,18,21
16
8
12,18
|
10-12
|
ASI
Buah
Nasi tim
|
3 atau 4
1
1
|
6,10,14,18,21
16
8,12,18
|
>12
|
ASI
Buah
Nasi tim
Makanan kecil (biscuit, bubur kacang hijau)
|
2 atau 3
1
3
2
|
6,14,21
16
8,12,18
10
|
G. Contoh
menu dan cara pembuatan makanan pendamping ASI
1.
Formula Susu Pisang
a.
Bahan
·
Tempe 35 gram (1 kotak
korek api)
·
Tepung terigu 30 gram (4
sdm peres)
·
Susu Skim 7 ½ gram (1 sdm
peres)
·
Gula halus 15 gram (1 ½ sdm
peres)
·
Minyak 2 ½ gram (1 sdt)
·
Pisang ambon 15 gram (2
sdm)
·
Garam 1 gram ¼ sdt
·
Air 500cc
b.
Cara membuat
·
Tempe dipotong-potong
kemudian direbus 15 menit lalu dihaluskan
·
Pisang dikukus dan diambil dagingnya
·
Semua bahan dicampur,
tambahkan air 500 ml, kemudian dimasak sambil terus diaduk selama 10 menit.
c.
Nutrisi uitama: Sumber
protein
2.
Nasi tim ayam
a.
Bahan :
·
4 cangkir air
·
1cangkir beras (lebih baik
beras merah)
·
1 potong dada ayam tanpa
tulang dan kulit
b.
Cara Membuat :
·
Beras dicuci bersih dan di
tim hingga matang.
·
Buang tulang, kulit dan
lemak pada daging ayam, cuci bersih potong sedang.
·
Rebus ayam selama 20 menit
atau sampai ayam matang (daging berwarna putih). Angkat dan tiriskan. Simpan
kaldunya.
·
Masukkan ayam dan kaldu
secukupnya ke dalam blender, haluskan.
·
Tambahkan nasi tim,
haluskan.
·
Sajikan dengan puree/sup
sayuran.
c.
Nutrisi Utama: Protein,
Vitamin B & Zat Besi
d.
Kategori: Sumber Protein;
Usia 7 bln+
3. Nasi
tim ayam dan apel
a.
Bahan :
·
1/3 cangkir daging ayam
tanpa tulang dan kulit yang sudah matang (dikukus/rebus) dan dipotong dadu.
·
1/4 cangkir nasi tim
(menggunakan beras putih atau merah)
·
½ cangkir saus apel
·
ASI/susu formula (susu sapi
segar atau UHT untuk anak di atas 12 bulan)
b.
Cara Membuat :
·
Campur ayam, nasi tim dan
saus apel. Haluskan dengan blender atau penghalus makanan bayi. Tambahkan ayam,
susu (ASI/formula) untuk mengencerkan. Haluskan.
·
Sajikan dengan puree/sup
sayuran.
c.
Nutrisi Utama: Protein, Karbohidrat Kompleks, Zat
besi, Kalsium
d.
Kategori: Sumber Protein;
Buah; Anak usia 7 bln+
DAFTAR PUSTAKA
http://matakuliah semester
III
MPASi/Variasi-MPASI-Makanan-Pendamping-ASI-makanan-bayi-padat-untuk-Bayi-Anda.com//
Suliha, U. dkk.2001. Pendidikan Kesehatan dalam
Keperawatan.Jakarat:Penerbit Buku Kedokteran (EGC)
Wudjaja H.A.W.2000. Ilmu Komunikasi Pengantar
Studi. Jakarta:Pt. Rineka Cipta
Langganan:
Postingan (Atom)