ASUHAN KEBIDANAN NY “ R ” DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM TINGKAT II

Label:

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya masyarakat, Bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang optimal diseluruh Wilayah RI. (Departemen Kesehatan, 2008)
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berat pada ibu hamil yang dapat berlangsung sampai umur kehamilan 20 minggu dan penyebabnya secara pasti belum diketahui tetapi umumnya gejala ini timbul akibat peninggian kadar hormone estrogen atau kadar hormone chorionik gonadotropin juga kemungkinan akibat dari faktor psikologik misalnya kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis. Mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi sehingga darah ke jaringan berkurang yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas terhadap ibu dan janin. (Saifuddin, 2008)
Menurut World Health Organizatian (WHO) Angka Kematian Maternal (Maternal mortality) ialah jumblah kematian maternal yng diperhitungkan terhadap 1.000 atau 10.000 kelahiran hidup. Kini dibeberapa Negara malahan terhadap 100.000 kelahiran hidup.
(Saifuddin, 2008)
World Health Organization (WHO) tahun 2009 memperkirakan di Dunia setiap menit perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinan, dengan kata lain 1.500 perempuan meninggal setiap harinya atau lebih kurang 500.000 perempuan meninggal setiap tahunnya karena kehamilan dan persalinan.
Angka kematian ibu di Indonesia masih menduduki peringkat tertinggi di Asociation South Earth Asia Nation (ASEAN) sampai tahun 2007 berdasarkan perhitungan oleh badan pusat statistic angka kematian ibu sebesar 248 / 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2008 dari data SDKI tercatat rata-rata angka kematian ibu AKI adalah 228 / 100.000 kelahiran hidup. Departemen kesehatan menargetkan pada tahun 2010 angka kematian ibu turun menjadi 125 / 10.000 kelahiran hidup. Kematian ini disebabkan oleh komplikasi obstetric dimana banyaknya komplikasi-komplikasi yang terjadi pada saat kehamilan, persalinan dan nifas. Komplikasi-komplikasi sebagai akibat langsung dari kehamilan , yaitu hiperemesis gravidarum, preeklamsia, eklamsia, kelainan dalam lamanya kehamilan, kehamilan ektopik, penyakit serta kelainan plasenta dan selaput janin..
Angka kematian ibu di provinsi jawa barat masih cukup tinggi. Tahun 2008 angka kematian ibu khususnya di kabupaten bandung mencapai 583 kasus per 100.000 kelahiran hidup (Alhamsyah, 2011)
Rumah sakit khusus ibu dan anak di astana anyer kota bandung merupakan rumah sakit tipe C yang juga merupakan rumah sakit pusat rujukan dan pendidikan serta pusat pelatihan asuhan persalinan normal (APN). Tahun 2008 mendapat juara II tingkat nasional sebagai rumah sakit sayang ibu.
Berdasarkan data yang kami peroleh dari medical record rumah sakit khusus ibu dan anak kota bandung, bahwa jumblah ibu hamil yang mengalami Hiperemesis Gravidarum tahun 2008 sebanyak 0,35%, tahun 2009 sebanyak 0,28% dan tahun 2010 sebanyak 0,21%
Download KTI lengkapnya disini

0 komentar:

Poskan Komentar